waterkorea tv online streming gratisss
WATERKOREA SELALU JAYA SALAM PERSAUDARAAN! SELAMAT MENYAKSIKAN SIARAN TV ONLINE komplit PERSEMBAHAN WWW.WATERKOREA SEMOGA DAPAT MEMPERERAT TALI SILATUROHMI DALAM PERANTAUAN HADIRI SILATUROHMI WATERKOREA DIWARUNGPELANGI ANSAN PADA HARI MINGGU,30 DESEMBER 2012 MENGUNDANG SEGENAP KELUARGA BESAR PERSAUDARAAN SETIA HATI DIKOREA

TV ONLINE

SELAMAT MENYAKSIKAN SIARAN TV ONLINE PERSEMBAHAN WWW.WATERKOREA

Kamis, 13 Desember 2012

Saudara, kita sering mendengar kata ini. Tiap hari, tiap jam, tiap menit, bahkan tiap detik kita mungkin bertemu dengan saudara kita. Baik saudara kandung yang satu rumah dengan kita ataupun
saudara yang tidak satu rumah dengan kita, yang
rumahnya jauh dengan kita. Disini kita akan melihat saudara yang dihimpun dalam wadah Persaudaraan Setia Hati TERATE. PSHT yang telah menjadikan kita semua sebagai satu saudara. Persaudaraan yang seperti saudara satu kandung bahkan bisa lebih. Kita yang tidak saling mengenal sebelumnya, sekarang bisa saling kenal bahkan bisa saling bersaudara. Kita yang mungkin hanya sebagai teman sebelumnya, sekarang pertemanan itu menjadi lebih dalam ikatan persaudaraan. Bahkan kita yang memang sudah bersaudara sebelumnya, sekarang persaudaraan itu menjadi lebih erat lagi dalam wadah PSHT.....




KAMI mengucapkan Selamat kepada mas Giyanto asal sragen,jawa tengah yg terpilih menjadi ketua water yg baru, dan juga para pengurus baru, dipundakmu kami titipkan amanah PSHT, Smg water semakin berkibar dan bersinar slmnya,



BERIKUT KAMI SAJIKAN VIDEO SARASEHAN SURO WATERKOREA DIKOREA SELATAN:






   













Senin, 16 Januari 2012

Falsafah yang sering kita dengar

  1. "Sephiro Gedhening Sengsoro Yen Tinompo Amung Dadi Coba" yang berarti sebesar apapun penderitaan apabila diterima dengan hati yang ikhlas maka hanya akan menjadi cobaan semata.
  2. "Olo Tanpo Rupo Yen Tumandhang Amung Sedelok" yang artinya setiap kesusahan, keburukan, dan masalah-masalah apabila dijalani dengan senang hati maka akan hanya terasa sebentar saja.
  3. "Tega Larane, Ora Tego Patine" artinya bahwa orang SH Terate itu berani untuk menyakiti seseorang namun hanya kalau dengan niat untuk memperbaiki bukan merusak.
  4. "Sak Apik-apike Wong Yen Aweh Pitulung Kanthi Cara Dedhemitan" artinya adalah sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi.
  5. "Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti" artinya segala kesempurnaan hidup ( Kesaktian, Kepandaian, Kejayaan, dan Kekayaan ) dapat diluluhkan dengan budi pekerti yang luhur.
  6. "Satria Ingkang Pilih Tanding" artinya adalah Kestria yang hanya mau melawan orang yang mampu menghadapinya, bukan orang yang lebih lemah daripadanya.
  7. "Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake" artinya berani tanpa harus ada kawan dan dapat menang tanpa harus merendahkan lawan.
  8. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan" artinya jangan sakit hati bila musibah menimpa dirinya dan jangan bersusah apabila kehilangan sesuatu.
  9. "Ojo Seneng Gawe Susahe Liyan, Opo Alane Gawe Seneng Liyan" arinya jangan suka membuat orang lain bersusah dan tiada buruknya membuat bahagia orang lain.
  10. "Ojo Waton Ngomong Ning Yen Ngomong Sing Gawe Waton" artinya jangan hanya sekedar bicara, namun apabila bicara harus bisa dibuktikan.
  11. "Ojo Rumongso Biso Ning Sing Biso Rumungso" artinya janganlah merasa paling bisa namun sadar diri atas apa yang dapat dilakukan orang-orang disekitar kita.
  12. "Ngunduh Wohing Pakarthi" artinya adalah siapa yang berbuat pasti akan menerima hasil perbuatanya.
  13. by: Alam JC

Minggu, 01 Januari 2012

KE-TUHANAN

    by: alam jagad cilek
  1. Pangeran Kang Maha Kuwasa (Gusti Allah, Tuhan) iku siji, angliputi ing ngendi papan, langgeng, síng nganakake jagad iki saisine, dadi sesembahan wong sa'alam donyo kabeh, panembahan nganggo carane dhewe-dhewe.
  2. Pangeran Kang Mehe Kuwese iku anglimput ono ing ngendi papan, aneng sira ugo ono Pangeran (maksude : tajaline Kang Múrbèng Dumadi).
  3. Pangéran iki Moho Kuwoso, pêpêsthèn såkå karsaning Pangéran ora ånå síng biså murúngaké.
  4. Pangéran iku nitahaké sirå lantaran båpå lan biyúngirå, mulå kudu sirå ngurmati marang båpå lan biyúngirå.
  5. Ing donyå iki ånå róng warnå síng diarani bêbênêr, yakuwi bênêr mungguhíng Pangéran lan bênêr såkå kang lagi kuwåså.
  6. Kêtêmu Gusti (Pangéran) iku lamún sira tansah élíng.
  7. Cåkrå manggilingan (uríp iku ibaraté rodhå kang tansah mubêng).
  8. Åjå sirå wani-wani ngaku Pangéran, sênadyan kawrúhira wís tumêka "Ngadêg Sarirå Tunggal" utåwå bisa mêngêrtèni "Manunggaling Kawulå Gusti".
  9. Åjå ndisiki kêrså.
  10. Åjå sirå wani marang wóng tuwanira, jalaran sirå bakal kênå bêndhu såkå Kang Múrbèng Dumadi.
  11. Åjå múng kèlingan lan migatèkaké barang kang katón baé, sêbab kang katón gumêlar iki anané malah ora langgêng.
  12. Åjå darbé pangirå yèn lêlêmbút iku mêsthi alané, jalaran síng apik iyå ånå, síng ålå iyå ånå, ora bédå karo manungså
  13. Åjå lali sabên ari (dinå) éling marang Pangéranira, jalaran sêjatiné sirå iku tansah katunggón Pangéranirå.

Jumat, 23 Desember 2011

ngelmu

    Salam Persaudaraan
Alam Jagad Cilek
NIW:000580198
 Assalamu alaikum wr.wb

NGELMU
       JIKA kita mendalami KETUHANAN dengan suatu cara memakai GURU dan BUKU,maka cara yang demikian itu dinamakan ILMU PENGETAHUAN,WETENSCHAP,SCIENCE,ATAU KAWERUH.
yang dimaksud dengan guru ialah manusia yang langsung atau tidak memberikan pelajaran,dan dengan buku dimaksudkan semua KITAB yang langsung maupun tidak di buat oleh orang.
dengan cara mendalami ketuhanan yang demikian itu maka pengertian tentang KETUHAHANAN yang kita dapat ialah merupakan hasil pemikiran,karena itu dinamakan KAWERUH.
        Pengertian itu kita dapat dari pengetrapan indera,atau tumanduk ing weruh,jadi kaweruh atau ilmu pengetahuan itu hanya merupakan suatu cara untuk mendalamai keTuhanan.
jika kita mendalamai keTuhanan dengan suatu cara yang lain,yaitu dengan suatu cara yang tanpa guru dan tanpa buku,tetapi dengan TUHAN yang dianggap hidup dan maha tahu itu dijadikan guru dan bukunya,maka cara ini bukan lagi dinamakan ilmu pengetahuan atau kaweruh.
tidak ada lagi guru- orang dan kitab tulisan-orang yang dipakainnya.
      Cara mendalami ketuhanan tanpa guru dan tanpa buku yang demikian itu dinamakan NGELMU,-------NGELMU jadi juga hanya merupakan suatu cara untuk mendalami KETUHANAN.
         Tulisan ini bukan nasehat,dan bukan buku pengetahuan yang membahas suatu ilmu dengan cara yang sistematis,tetapi hanya merupakan suatu pengumpulan pandangan rohani yang kami himpun sebagai ikhtiar untuk mawas diri dalam ngelmu yang kami hidupi. ngelmu kasampurnan.
dengan ini maka kami tidak mengajak pembaca untuk memandang suatu soal rohani dari sudut pandangan kami,itu tidak baik,dengan demikian kami mencampuri urusan pribadi anda,tiap orang itu berlaianan watak dan sifatnya,dengan begitu berlainan pulalah cita-rasannya.
        Kehidupan rohani adalah soal pribadi.umpamakan saja uraian kami ini sebagai hidangan makan sederhana,masakan yang sederhana .masakan yang kiranya cocok ambilah.dan sempurnakan sampai menjadi cocok dengan selera anda sendiri .dengan begitu anda bisa mengambil manfaat dari hidangan kami yang tidak berharga ini.
begitu pula pada tiap perjamuan makan ..para tamu tidak diwajibkan untuk menikmati semua hidangan.kumpulan dari pandangan pribadi ini jadi tidak kami sajikan karena kebutuhan untuk di dengar,diterima,dipercaya,tetapi merupakan suatu hidangan rohani yang kami keluarkan dari kalbu hati,supaya kami dengan lebih gampang bisa menyadari diri.
  Mudah -mudahan tuliasan kami yang masih muda dalam nilai rohani ini bisa memberi kesumbangan untuk mengurangi prasangka terhadap NGELMU,dan semoga pembaca dapat menemukan sugesti yang cocok sebagai bahan renungan untuk disempurnakan.
timakasih saudaraku semua atas kehadirannya ditempat sederhana ini.semoga kehadiran saudaraku poro kadhang kang kinasih ..dapat menambah terang jagad gumelar sagung dumadi..amien..

   kita semua sudah tahu ..bahwa kupu-kupu itu terjadi dari ulat,ulat membuat kepompong dan dari kepompong keluarlah kupu-kupu...
terjadinya kupu-kupu dari ulat adalah suatu fakta yang kita alami.kita percaya,bahwa kupu-kupu itu terjadi dari ulat.tetapi kita tidak mengerti bagaimana ulat bisa berubah menjadi kupu-kupu.walaupun kita tidak mengerti ..namun kita percaya bahwa kupu-kupu terjadi dari ulat.
kita sudah biasa melihat fakta itu terjadi.percaya akan adanya dan percaya akan terjadinya sesuatu itu tidak perlu kita mengerti,
fakta bahwa kupu-kupu itu keluar dari kepompong adalah dasar dari kepercayaan akan terjadinya kupu-kupu dari ulat.
kepompong adalah kedap air,kedap udara,kedap cuaca dan dibuat dari bahan yang tidak gampang tersobek dengan tangan.kupu-kupu tidak mempunyai gigi...tetapi hanya mempunyai belalai kecil untuk menghisap sari bunga .
kita tidak mengerti bagaimana kupu-kupu bisa keluar dari kepompong yang begitu kuat .walaupun kita tidak mengerti,...namun kita percaya bahwa kupu-kupu dengan kekuatan sendiri keluar dari kepompong...percaya itu tidak perlu mengerti.by Alam Jagad Cilek 23 Desember 2011,
Salam persaudaran,,

Jumat, 16 Desember 2011

Wasiat Ketua Umum SH Terate untuk 1 Suro 1433 H

Assalamualaikum wr wb. Adik-adik Calon Warga Baru dan Warga SH Terate yang saya cintai Saudara Ketua Cabang SH Terate di seluruh pelosok tanah air dan saudara-saudaraku Keluarga Besar SH Terate yang saya sayangi.
Alhamdulillah, malam hari ini kita bisa berkumpul di sini dalam jalinan persaudaraan yang dipenuhi rasa asah asih asuh. Persaudaraan yang tulus dengan didasari rasa saling sayang menyayangi, hormat menghormati dan bertanggung jawab. Persaudaraan yang tidak memandang siapa aku dan siapa kamu, tidak dilandasi hegemoni keduniawian, seperti drajat, pangkat dan martabat, juga bukan persaudaraan yang dibatasi suku, ras, agama dan antargolongan.
Semua ini, semata-mata hanya karena berkah, rakhmat, hidayah dan ridlo Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, mari kita bersama-sama bermunajat, memanjatkan puji syukur. Sebab hanya karena ridlo-Nya itu pulalah, kita bisa menyelenggarakan acara Pengesahan Warga Baru SH Terate 1433 H ini, dalam kondisi sehat wal afiat, tak kurang suatu apa pun.
Kedua, ucapan terimakasih selayaknya kita haturkan kepada perintis, pendiri dan tokoh SH Terate yang telah bersusah payah membimbing dan mengenalkan kita pada ajaran budi luhur tahu benar dan salah, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana tujuan ajaran SH Terate.
Adik-adik Calon Warga Baru dan Keluarga Besar SH Terate yang saya cintai.
Mamasuki tahun baru 1433 Hijriah ini, alhamdulillah tugas kita mengemban dharma dan amanat budi luhur sepanjang tahun 1432 terselesaikan. Hasilnya, harus kita sadari masih jauh dari kesempurnaan. Sebab, nilai-nilai kesempurnaan itu mutlak milik Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Maknanya, masih banyak kekurangan yang harus dijadikan bahan evaluasi. Sementara kelebihan yang terjadi selama kita berdharma sepanjang tahun 1432 H, wajib pula diyakini sebagai karunia Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
Searah itu, mementum tutup tahun 1433 H ini kita jadikan wahana evaluasi diri. Bersama-sama, mari kita akhiri hal-hal yang negatif dan kita tatap masa depan dengan penuh optimisme.
Sebab, tugas kita mengemban amanat budi luhur terbentang di depan mata. Jika tahun 1433 H diibaratkan sebagai pelagan dharma atau perjuangan memperkokoh eksistensi kemanusiaan, yakinlah, tantangan itu terbentang di depan mata. Baik tantangan yang berwujud pergeseran nilai sebagai dampak era transformasi, maupun tantangan yang lahir dari diri kita sendiri sebagai titah sakwantah (makhluk universal).
Namun demikian, saya perlu mengingatkan kepada saudara saudaraku, calon warga dan keluarga besar SH Terate, segala bentuk tantangan dan rintangan itu pada hakikatnya bukan berada di luar diri kita. Tapi ada di dalam diri kita sendiri. Sebab, musuh terbesar umat manusia adalah dirinya sendiri. Hawa nafsunya sendiri. Dalam priambole SH Terate dikatakan “…dalam pada itu SETIA HATI sadar dan yakin bahwa sebab utama dari segala rintangan dan malapetaka serta lawan kebenaran hidup yang sesungguhnya bulanlah insan, makhluk atau kekuatan yang di luar dirinya.”
Menyadari itu, saya menghimbau, mari kita jadikan momentum tahun baru Hijriyah ini sebagai kajian evaluasi diri (mesu budi), perbanyak tirakat dan berlomba membersihkan hati. Kemudian, dengan penuh kesadaran bersama-sama kembali pada nilai-nilai ajaran Setia Hati Terate. Istilah yang lebih populer, mari kita bersama-sama kembali ke laptop.
Sebagai laku ikhtiar dalam proses menyelamatkan ajaran SH Terate itu pula, alhamdulillah sekarang kita sudah memiliki hak paten. Sejumlah aset SH Terate, yang telah mendapatkan hak paten, antara lain lambang/bagde, baju seragam, tulisan, senam, jurus pasangan, baju batik, logo dan Mars SH Terate. Sementara kekayaan inteltual dan produk budaya warisan leluhur SH Terate, saat ini masih dalam proses pengurusan hak paten. Konsekuensi logis dari hak paten itu, tugas kita adalah bersama-sama menjaga aset inteltual yang sudah kita patenkan itu dengan tetap mengedepankan persaudaraan dan nilai-nilai kearifan serta kesatriaan.
Adik-adik Calon Warga Baru dan
Keluarga Besar SH Terate yang saya cintai.
Dalam kesempatan yang berbahagia ini pula tidak bosan-bosannya saya katakan, bahwa tujuan SH Terate adalah membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam jalinan persaudaraan kekal abadi, melalui pelajaran pencak silat.
Persaudaraan yang diyakini dan dianut oleh SH Terate adalah persaudaraan yang tulus dengan didasari rasa saling sayang menyayangi, hormat menghormati dan bertanggung jawab. Persaudaraan yang tidak memandang siapa aku dan siapa kamu, tidak dilandasi hegemoni keduniawian, seperti drajat, pangkat dan martabat, juga bukan persaudaraan yang dibatasi suku, ras, agama dan antargolongan.
Maknanya, persaudaraan yang dianut SH Terate adalah sebuah jalinan persaudaran yang seutuhnya. Sebab SH Terate meyakini, bahwa semua manusia yang ada di muka bumi ini pada dasarnya sama. Titah sakwantah . Makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Di mata Allah, yang dinilai hanya kadar ketakwaannya.
Menyadari hakikat persaudaraan sedemikian itu, maka tugas dan kewajiban kita yang utama adalah menjaga persaudaraan yang telah kita yakini ini demi terwujudnya kedamaian dan kelestarian dunia (Mamayu hayuhning bawono).
Persaudaraan ini, akan tetap utuh kalau kita ini tidak merasa, aku sing paling kuat, aku sing paling pinter aku sing paling ngerti (Adigang, adigung, adiguna). Kita dididik penuh kesederhanaan. Status yang kita sandang saat ini hanya titipan sementara. Dan, itu tidak akan berpengaruh di dalam paseduluran (persaudaraan).
Terakhir, Alhamdulillah, saat ini sampailah kita di awal tahun 1433 H. Tahun yang dimulai dengan bulan Muharram atau bulan Suro. Bulan penuh rakhmat, tantangan, barokah sekaligus mukzizat. Juga, bulan penuh kemenangan yang diberikan Tuhan kepada nabi panutan umat manusia.
Sejarah mencatat, nabi-nabi besar panutan umat terlepas dari ‘bala” atau bencana yang bersumber atas tragedi kemanusiaan, di bulan Muharram atau bulan Suro. Merevitalisasi momen ini, pengesahan Calon Warga Baru SH Terate sengaja dilakukan pada bulan Suro.
Harapannya, calon warga baru yang kita syahkan malam ini, akan mendapatkan ridlo dan karunia dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Dibersihkan jiwaraganya (tinata lahir bathine). Sehingga menjadi SH-wan atau orang yang berkepribadian Setia Hati. Yakni, seorang yang berbudi luhur tahu benar dan salah, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mampu menempatkan rasa keadilan dan arifan dalam pergaulan di tengah masyarakat, serta selalu terbuka untuk memberikan maaf terhadap sesama (gung samodra pangaksami).
Kepada Keluarga Besar SH Terate saya tegaskan, mari kita bersama-sama berjuang untuk memegang teguh ajaran Setia Hati. Mari kita kembali ke jatidiri. SH Terate ini jangan di bawa kemana-mana. Tapi perjuangkan terus agar SH Terate ada di mana-mana. Bagi saudara saya, warga SH Terate yang secara kebetulan atau sengaja mempelajari ilmu (ngelmu) maupun laku, yang bersumber dari luar ajaran SH Terate, saya meminta, jadikan itu hanya sebagai bekal pengayaan keilmuan pribadi masing-masing. Jangan sekali-kali mencoba mencampur adukkan atau mengajarkan laku dan ilmu yang diperoleh dari luar kepada kadang SH Terate. Ini terkandung maksud agar kemurnian ajaran SH Teate tetap terjaga.
Adik-adik Calon Warga Baru dan
Keluarga Besar SH Terate yang saya cintai.
Pada bulan Muharram kali ini, saya mengajak saudaraku di manapun berada, mari kita jadikan tanggal 1 Suro atau 1 Muharram sebagai Hari Kelahiran SH Terate. Tujuannnya, agar Keluarga Besar SH Terate selalu ingat bahwa bulan Suro atau Muharam itu “bulan tirakat”, bulan “mesu budi”, kemudian, hari-harinya selalu disibukkan dengan berdoa, mesu budi dan mendekat kepada Allah, sehingga Allah, Tuhan Yang Maha Esa mengangkat derajat kita ke derajat tertinggi. Kedua, agar SH Terate ikut didoakan masyarakat banyak yang pada malam 1 Suro melakukan tirakatan, sehingga SH Terate akan tetap jaya, kekal abadi selama-lamanya. Sebab, kita yakin, kekuatan dan kesaktian tertinggi manusia tidak ada lain kecuali doa.
Kepada calon warga baru SH Terate yang malam ini akan disyahkan, saya berpesan, setelah saudara disyahkan, tolong jaga harkat dan martabat SH Terate. Jangan sekali-kali saudara menodai citra SH Terate.
Akhirnya, kepada panitia Pengesahan Warga Baru SH Terate, dan semua yang ikut membantu terselenggaranya acara pengesahan ini, saya ucapkan terimakasih. Semoga Allah SWT menjadikan dharma saudara sebagai tanaman yang dikemudian hari berbuah kebajikan..
Kepada Adik-Adik Calon Warga Baru SH Terate, saya ucapkan selamat mengikuti acara pengesahan ini dengan hati yang bersih dan pikiran yang tenang. Kepada Bapak dan Ibu, saya minta ikut mendoakan. Harapan saya semoga setelah disyahkan, saudara bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
Akhirnya, sebelum mengakhiri sambutan saya, mari kita bersama-sama bersemboyan.
SELAMA MATAHARI MASIH BERSINAR, SELAMA BUMI MASIH
DIHUNI MANUSIA,
SELAMA ITU PULA SH TERATE, TETAP JAYA,
KEKAL ABADI, SELAMA-LAMANYA.
Wassalamualaikum Wr Wb
Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun
H. TARMADJI BOEDI HARSONO,S.E
Sumber : Lawu Pos November 26, 2011

salam persaudaraan...!


Tujuan mengikuti PSHT
1.Untuk mencari persaudaraan melalui organisasi PSHT
Panca dasar PSHT diantaranya:
1.Persaudaraan
2.Pencak silat
3.Olah raga
4.Kesenian
5.Kerohanian/ke-Shan

Tri bakti PSHT :
1.Berbakti kepada tuhan yang maha esa
2.Berbakti kepada orang tua
3.Berbakti kepada mas/mbak pelatih

Visi dan misi:
Mendidik manusia yang intelektual dalam mengamalkan ilmu setia hati pada sesama manusia

Misi:
Mengedepankan disiplin dalam pelaksanaan latihan
Membentuk sistem latihan yang sinergis dan sesuai kebutuhan masyarakat
Mempererat tali persaudaraan antar anggota PSHT pada kususnya dan dengan masyarakat pada umumnya

Bahwa sesungguhnya hidup ini berkembang menurut iramanya masing-masing menuju kesempurnaan.
Sebab utama dari rintangan dan malapetaka serta lawan kebenaran hidup yang sebenarnya bukan berasal dari luar tubuh manusia, melainkan dari dalam diri pribadi manusia itu sendiri.
Oleh karena itu bela diri ( pencak silat ) hanyalah satu cara untuk mempertebal keyakinan dan kepercayan pada diri sendiri dan mengenal diri sendiri secara utuh.
Berbudi luhur tahu benar dan salah serta mencari kebaikan sejati merupakan cerminan visi dan misi PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE dalam kehidupan sehari hari
Kami disini hanya berusaha mempererat tali persaudaraan antar warga PSHT yang ada dikorea ini.
Kami sangat berharap partisipasinya saudara untuk mensukseskan misi kita bersama ini
Siapapun anda dan berada dimanapun apabila sudah menjadi warga PSHT berarti kita saudara.
Sekian uraian ini dan kami ucapkan terima kasih.

PITURUR:
URIP IKU URUP...
Maksute...hidup itu nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat.


   foto bersama WATER KOREA dalam acara SARASEHAN   pada tangggal 27 november 2011



                      

VIDEO DOKUMENTASI KEGIATAN WATERKOREA dalam rangka MEMAYU HAYUNING BAWONO DINEGERI GINSENG


         
Manusia Dapat Dihancurkan; Manusia Dapat Dimatikan; Tetapi Manusia Tidak Dapat Dikalahkan, Selama Manusia Itu Masih Setia Pada Hatinya Sendiri. Selama matahari terbit dari timur, selama bumi masih dihuni manusia dan selama itupula PSHT akan abadi jaya selamanya...!